Trans Musi Layani Wong Palembang

Posted: Juni 24, 2010 in Suara SJI Angkatan I

Ella Sulistiana, Swastika Libraryan, Aditiya Abrianto, Syafran Martoni – Suara SJI, Palembang

Transmusi

Transmusi

Warga Palembang mulai saat ini diberikan pilihan dalam memilih transportasi. Pasalnya 25 unit Trans Musi yang memberikan kenyamanan sudah melayani wong Palembang bersaing dengan bus kota yang masih beroperasi. Pada tahap pertama sudah siap dua koridor, Alang-alang Lebar (AAL)-Ampera dan Sako-PIM dengan jumlah halte sebanyak 76 unit.

Hanya saja jumlah bus yang beroperasi masih belum ideal ditambah lagi jarak halte serta kondisi halte yang belum selesai pengerjaannya. “Memang belum ideal antara jumlah bus dengan koridor yang ada tapi yang terpenting Trans Musi jalan terlebih dahulu,” ujar Edi Nursalam ATD MSTr SE, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Palembang kepada Suara SJI kemarin (1/3). Idealnya setiap satu koridor dilayani 20 unit Trans Musi sementara saat ini setiap koridor dilayani sembilan unit, dua bus sisanya dicadangkan. Jedah waktu antara satu bus di setiap halte saat ini masih sekitar 30 menit padahal target jarak (highway) mencapai 15 menit. “Waktu yang masih terlalu jauh masih terus akan kami upayakan termasuk membeli 20 bus baru di tahun ini,” imbuhnya. Saat ini bus dengan kapasitas 33 penumpang tersebut sudah melayani warga Palembang hampir sepekan hasilnnya sudah 22.045 penumpang yang merasakan bus yang dikendarai maksimal 40 km jam tersebut. Mengenai halte yang belum selesai dikerjakan, Edi mengaku tidak menjadi masalah ketika menaikan dan menurunkan penumpang. Keberadaan Trans Musi salah satu tujuannya untuk memberikan transportasi yang lebih layak kepada warga Palembang. “Yang terpenting bus bisa menepi di halte, mengenai halte secepatnya akan diselesaikan,” ujarnya. Walikota Palembang, Ir H Eddy Santana Putra MT mengatakan keberadaan Trans Musi untuk menggantikan bus kota yang sudah tidak layak. “Sudah saatnya warga Palembang menikmati transportasi yang lebih nyaman dan aman,” ujarnya. Tujuan beroperasinya Trans Musi diantaranya untuk mengurangi tingkat polusi, kepadatan lalu lintas di kota metropolis. Sementara itu, Kepala UPTD Angkutan Massal Dishub Kota Palembang, Syarfuddin SE MM mengatakan ada enam halte yang masih harus mengalami perbaikan. “Halte yang harus diperbaiki masih memiliki kelemahan seperti trotoar, kondisi jalan yang tidak rata dan masih lebarnya celah antara pintu halte dan bus,” ujarnya. Enam halte yang diperbaiki tersebut antara lain berada di jalan Residen A Rozak ada tiga halte seperti di depan komplek Kedamaian, depan sekolah Kesuma Bangsa, simpang Bombat, dua halte lainnya di depan Polda dan depan Rumah Sakit Umum, jalan KH Ahmad Dahlan. Terpisah, Manager Trans Musi, Djoko Santoso mengatakan kecepatan Trans Musi maksimal 40 km perjam sesuai ketentuan. “Bus berhenti di tiap halte maksimal satu menit tapi karena bus terbatas paling lama lima menit,” katanya. Temperatur Air Condition dalam bus juga disesuaikan antara 23-25 derajat celcius, termasuk audio system maksimal volume 50 persen. Selama kendaraan beroperasi, baik sopir dan penumpang dilarang menghisap rokok karena menggunakan AC. “Awak bus yang bekerja juga tidak diizinkan untuk makan dan membawa telepon genggam kecuali dalam keadaan emergency,” jelasnya. ##Bus Kota dihapus Bertahap Keberadaan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Musi yang meramaikan transportasi di Palembang ikut berdampak pada nasib bus kota. “Secara berangsung kami memang akan mengurangi bus kota yang beroperasi tapi tidak menghilangkannya secara serentak,” ujar Facruddin, Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Palembang kepada Suara SJI kemarin (1/3). Tindakan tersebut sesuai dengan Perda Nomor 10 tahun 2002 tentang batas umur bus kota yang mencapai 10 tahun. Mengenai nasib para sopir bus kota menurutnya tetap akan dirangkul dengan cara melakukan pengangkatan untuk menjadi sopir bus Trans Musi dengan melalui proses seleksi. “Sopir Trans Musi masih dibutuhkan karena jadwal kerja yang selama ini dua shift akan menjadi tiga,” ujarnya. Dari catatannya setidaknya masih sekitar 400 bus kota yang masih beroperasi di Palembang yang secara bertahap akan terus berkurang. Sedangkan bagi para sopir yang tidak lulus dari seleksi pengemudi Trans Musi menurutnya akan dicarikan jalan keluarnya. “Kami sangat terbantu adanya bus Trans Musi karena kalau naik bus kota lebih banyak khawatirnya,” ujar Emma, mahasiswa perguruan tinggi swasta. Kondisi tersebut belum lagi ditambah kejahatan yang kerap terjadi di atas bus kota. “Jelas lebih enak naik Trans Musi karena nyaman ditambah lagi sopirnya tidak ugal-ugalan,” ujar Rohana, Ibu Rumah Tangga. Hal senada juga dikatakan Ibnu yang merasa nyaman menggunakan Trans Musi hanya saja informasi seputar jalur bus masih perlu dibenahi. “Trans Musi memang nyaman tapi saya masih bingung karena jalurnya lewat mana saja belum lagi kapan kedatangan bus di setiap halte,” imbuh Ibnu. Sedangkan sopir bus kota Udin (29) mengaku sejak Trans Musi beroperasi mengurangi pendapatannya. “Aih dek lah mulai saro kami nih, banyak lah belari ke bus Trans galo, kadang kami jugo ngiri jingok kawan lamo pacak begawe di bus itu,” ujarnya. Bahkan kondisi saat ini membuatnya harus bersaing dengan bus Trans Musi untuk menarik penumpang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s