Harga Karet Bergerak Turun

Posted: Juli 6, 2010 in Suara SJI Angkatan II

Hazmin Sagara, Suara SJI – Palembang

Petani Karet

Petani Karet

Palembang, Petani karet di Kayu Ara Kuning, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan, mengeluhkan penurunan harga jual karet dari Rp12 ribu per kilogram menjadi Rp 8 ribu per kilogram sejak awal bulan Mei 2010.

“Dibandingkan dengan harga karet bulan lalu penurunannya cukup signifikan sehingga berpengaruh besar terhadap perekonomian kami,” ucap Gani, seorang petani karet di Kayu Ara Kuning, Minggu (23/5). Gani menjelaskan harga jual karet pada bulan April mencapai Rp12 ribu per kilogram dan sejak awal bulan Mei hanya berkisar Rp8 ribu per kg.

Dia mengaku resah karena harga karet yang cenderung terus turun.

Ia berharap ada upaya dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk kembali meningkatkan harga karet, sehingga pendapatan para petani kembali normal seperti sebelumnya.

“Karet merupakan satu-satunya sumber penghasilan bagi kami,” katanya.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, H Awie Aman, sebelumnya mengatakan bahwa perkembangan harga karet di Sumsel beberapa bulan terakhir, agaknya selalu mengalami naik turun (fluktuatif) akibat pengaruh pasar global, sehingga walaupun terjadi kenaikan, beberapa hari kemudian turun kembali.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan setempat, produk karet yang diekspor dihasilkan melalui sejumlah perkebunan besar swasta nasional dan asing serta perkebunan yang diusahakan petani tradisional.
Luas areal perkebunan karet di Sumsel lebih kurang 928.000 hektar, dan peremajaan di beberapa daerah sentral seluas 1000 hektar. Sehingga hasil lateks cenderung menurun. Kondisi ini diperparah dengan penurunan harga di pasar global. Ujar Awie.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Eppy Mirza mengatakan, walaupun harga karet menurun, namun sampai saat ini karet masih tetap salah satu komoditas non migas andalan Sumsel yang terbanyak menyumbang devisa diluar komoditi migas.
”Selama September 2009 karet menyumbang devisa 83,268 juta dollar AS dari total ekspor non migas provinsi tersebut mencapai 149,015 juta dollar AS”. ujar Eppy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s