Alex Noerdin dan Kejayaan Sriwijaya

Posted: Juli 8, 2010 in SJI Sumsel di Mata Media

Sumber: http://www.madina-sk.com/index.php?option=com_content&task=view&id=7686&Itemid=12
Monday, 15 February 2010 16:22
Oleh Drs Usman Yatim MPd

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin bersama Ketua Dewan Kehormatan PWI Tarman Azzam mendapat anugerah Pena Emas dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Penghargaan Pena Emas diberikan merujuk kepada jasa dan pengabdian luar biasa penerima penghargaan kepada PWI dan pengembangan dunia kewartawanan di Tanah Air.
Kedua tokoh ini layak mendapat Pena Emas yang tidak setiap tahun diberikan oleh PWI, mengingat krtiteria yang harus dipenuhi tidaklah mudah. Alex Noerdin mendapat penghargaan Pena Emas yang nilainya sangat istimewa.

Alex dapat Pena Emas bukan saja karena Sumatera Selatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan tingkat Nasional (Porwanas) 2010. Lebih dari itu, dialah yang melontarkan gagasan dan sekaligus mewujudkan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) yang peresmiannya ditandai oleh kuliah perdana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bertepatan dengan puncak peringatan HPN 2010 di Palembang, 9 Februari lalu.

Gagasan SJI dilontarkan Alex Noerdin dalam Konkernas (Konferensi Kerja Nasional) PWI di Palembang tahun 2009. Alex berpendapat, kita perlu membentuk lembaga pendidikan dan pelatihan yang dapat meningkatkan profesionalisme wartawan. Gagasan Alex ini langsung disambut antusias oleh PWI karena sesuai dengan program kerja PWI Periode 2008 – 2013 yang akan meningkatkan mutu sumberdaya manusia pers sebagai jawaban atas keluhan masyarakat terhadap kinerja pers saat ini.

Alex Noerdin tidak main-main dengan gagasannya. Dia langsung mewujudkan gagasannya secara nyata dengan membangun gedung untuk sekolah SJI. Kini Sumsel telah menjadi pelopor berdirinya SJI yang kemudian menjadi tekad PWI Pusat untuk mewujudkan pula tahun 2010 ini di 5 propinsi lainnya, serta seluruh Indonesia sampai tahun 2013. Alex bahkan menyatakan pula, Palembang bukan saja siap menjadi tempat kegiatan pendidikan dan latihan insan pers yang ada di Sumatera Selatan tetapi juga untuk tingkat nasional.

Menyorot sosok Alex Noerdin sungguh sangat menarik. Alex mulai menjabat Gubernur Sumsel sejak 7 November 2008. Dia terpilih menjadi gubernur lewat pemilihan secara langsung banyak karena pengakuan atas keberhasilannya sebagai Bupati Musi Banyuasin (2001-2008). Salah satu kesuksesan Alex yang diakui rakyat banyak adalah kepeduliannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Alex menerapkan kebijakan pendidikan dan kesehatan gratis yang kini bukan saja untuk rakyat Musi Banyuasin tetapi juga se-Sumatera Selatan.

Kejayaan Sriwijaya

Sesungguhnya, melihat Alex tidak hanya menarik dari apa yang telah dia perbuat. Lebih dari itu, patut pula kita simak semangat dan visinya. Saat acara penyambutan para insan pers peserta HPN 2010 di Griya Agung, Palembang, Minggu malam, 7 Februari 2010, Alex Noerdin dengan sangat antusias memaparkan visinya tentang Sumatera Selatan yang dia harapkan bukan saja berdampak buat rakyat di daerahnya tetapi juga Indonesia.

Apa visi Alex tentang Sumatera Selatan yang patut kita ketahui? Tidak main-main, dia bertekad untuk memperjuangkan agar daerahnya dapat kembali memiliki kebanggaan sebagaimana pernah dialami masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Alex mengingatkan, pengaruh Sriwijaya pernah meliputi dari Filipina hingga Madagaskar. Sriwijaya pernah menjadi kekuatan politik dan ekonomi di Asia Tengara. Periode 850-1025, Palembang sebagai ibukota Sriwijaya merupakan kota terkaya di Asia Tenggara, menjadi pusat perdagangan Timur Jauh.

Apakah masa kejayaan Sriwijaya dapat kembali dikibarkan di Palembang, Sumatera Selatan? Menurut Alex, kalau masa lalu saja dapat terjadi berarti masa datang pun dapat pula diwujudkan, dan bukan tidak mungkin bisa lebih. Oleh karena itu, Alex menjadikan, pesta olahraga Asia Tenggara, Sea Games 2011 sebagai langkah awal menapak diri, mewujudkan visinya itu.

Khusus menyangkut dunia olahraga yang dapat menjadi symbol kejayaan suatu Negara, Alex Noerdin memiliki ambisi tidak tanggung-tanggung. Dia bukan saja ingin menjadikan Sumsel nomor satu di Indonesia, melainkan juga ingin melebihi Negara tetangga. Maksudnya, dia tidak rela jika Singapura atau Malaysia pada Sea Games tahun depan dapat menyalip Indonesia yang pada Sea Games tahun lalu berada di urutan 3. Indonesia berpotensi digeser Negara tetangga, mengingat perolehan medalinya pada Sea Games lalu tidak begitu selisih jauh.

Alex kebetulan sudah melihat bagaimana pembinaan dan fasilitas olahraga di Singapura. Dia menyatakan, kini Sumsel tengah mempersiapkan fasilitas olahraga untuk pembinaan atlet yang tidak kalah bagusnya seperti Singapura. Oleh karena itu, dia menyatakan, untuk masa datang untuk mengalahkan Singapura, terutama dalam olahraga tidak harus seluruh atlet Indonesia tapi cukup oleh atlet Sumatera Selatan.

Visi Alex tersebut tentu terlihat terlalu bombaptis, terutama bagi mereka yang kurang memandang pentingnya visi, cita-cita untuk meraih masa depan. Alex juga menyadari hal ini dengan menyatakan, “saya sepertinya sesumbar, menyombongkan diri, tapi bukankah orangtua kita mengajarkan gantungkan cita-citamu setinggi langit?”

Visi Alex itu tampaknya cukup mendapat sambutan positif, sebagaimana ditunjukkan oleh Anwar Fuadi, aktor yang juga tukoh masyarakat Sumel. Anwar Fuadi sangat antusias dengan visi dan misi Alex Noerdin. Dia meyakini visi itu akan dapat diwujudkan, manakala seluruh rakyat Sumsel dapat bersatu padu ikut mendukung. “Kita tentunya jangan seperti orang ikut lomba panjat pinang, setiap naik ditarik ke bawah,” ucap Anwar Fuadi.

Melihat Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) dapat terwujud di Palembang, hanya beberapa bulan setelah gagasan dimunculkan, maka tidaklah salah jika Pena Emas diberikan kepada Alex Noerdin. Apalagi, SJI ini nantinya akan dapat diwujudkan pula di seluruh provinsi. Hal ini sebagai contoh bahwa sebuah gagasan, visi atau cita-cita, dapat diwujudkan bila kita memang meyakini, mempercayai, dan berjuang untuk mewujudkannya.

Semangat Alex mewujudkan gagasan atau visinya memang terlihat tidak main-main. Dia juga mengakui upaya mewujudkan visi itu tidaklah mudah tetapi tidak ada yang mungkin bila kita memang terus memperjuangkannya. Dia menyadari pula, awalnya apa yang dikerjakan itu tidak terlalu sempurna tapi itu nanti dapat terus diperbaiki. Dia ibaratkan, pelaksanaan HPN dan Porwanas 2010 banyak kekurangan di sana-sini, seperti masalah akomodasi dan transportasi, namun bila dipercaya kembali menjadi tuan rumah, Palembang pasti akan lebih siap.

Maksud Alex tentu juga, hajatan Sea Games 2011, Sumsel akan lebih siap, bukan saja karena sudah punya pengalaman HPN dan Porwanas tetapi juga sebelumnya, PON (Pekan Olahraga Nasional) sudah pernah digelar di Palembang. Sea Games 2011 termasuk bagian dari pertaruhan Alex Noerdin mewujudkan visi, membangun Palembang (Sumatera Selatan) yang memiliki kejayaan seperti masa Sriwijaya di kawasan Asia Tenggara.

Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Alex Noerdin memang memiliki potensi besar untuk mengembangkan diri sebagai daerah yang jauh lebih maju. Kawasan ini tidak salah bila membangkitkan kembali kebanggaan yang pernah dimiliki pada masa lalu. Dalam hal ini, semangat dan kiprah Alex Noerdin untuk mewujudkan visinya akan sangat banyak menentukan masa depan Sumsel. Bagaimana kenyataan sesungguhnya Sumsel nanti, mari kita tunggu saja beberapa tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s