Sekolah Jurnalistik Didukung UNESCO

Posted: Juli 8, 2010 in SJI Sumsel di Mata Media

Sumber: http://www.sripoku.com/view/26657/sekolah_jurnalistik_didukung_unesco
Sriwijaya Post – Senin, 8 Februari 2010 19:58 WIB

PALEMBANG – Sebanyak 45 siswa Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) tingkat Dasar angkatan Pertama yang berlangsung di Palembang, Senin (8/2) dibuka dan diresmikan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH di Balai Diklat Sumsel. Yang mengembirakan, ternyata Sumsel menjadi provinsi pertama SJI di Indonesia yang dalam pelaksanaan diawasi badan dunia PBB Unesco.Peresmian SJI Palembang ini disaksikan Ketua Umum PWI Pusat Margiono dan Direktur SJI, Zulkarimen Nasution di Balai Diklat Sumsel.

Dalam sambutannya, Alex Noerdin minta kepada PWI pusat agar SJI tingkat lanjutan secara nasional dipusatkan di Palembang sehingga wartawan yang terjun ke lapangan benar-benar memiliki kompetensi dan integritas yang tinggi.

Menyangkut soal biaya pendidikan, Alex bersedia membantu mencarikan sponsor pihak ketiga sehingga dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan PWI mampu melahirkan wartawan yang

profesional dan mandiri dengan ilmu yang dimilikinya. Sebagai bentuk penghargaan, Alex Noerdin memberikan uang saku kepada siswa SJI yang selama satu bulan mendalami ilmu jurnalistik dengan 42 tokoh pers nasional.

Ini kesempatan bagi wartawan Sumsel untuk meningkatkan kualitas diri dan kompetensi dalam melaksanakan tugas jusrnalistik,” katanya.
Mengenai persoalan biaya pelaksanaan SJI di seluruh Indonesia yang butuh dana Rp 200 juta untuk setiap kota di Indonesia, Alex mengatakan, “Kalau memang tidak ada yang urunan soal SJI ini, biar Pmeprov yang membayar dan mencarikan sponsornya, tetapi dengan syarat SJI nasional harus ada di Palembang,” tantang Alex Noerdin.

Dalam pelaksanaan SJI, Alex Noerdin berharap, 42 instruktur untuk memberikan ilmu jurnalistik kepada siswa SJI dan melakukan seleksi secara ketat. “Kalau memang tidak lulus, jangan diluluskan. Biarkan mengulang sehingga SJI menghasilkan wartawan yang cerdas dan kompeten,” katanya.

Sementara itu, Margiono dalam sambutannya mengatakan, SJI akan lahir di kota-kota di Indonesia. Sumsel sudah menjadi pionir dengan memanfaatkan momentum Porwanas ke-10 dan HPN ke-64. Untuk satu kali pendidikan, setidaknya dibutuhkan dana Rp 200 juta. Dana ini akan

disharing dengan tiga instansi. PWI, Mendiknas dan Unesco. Mengenai tawaran Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH mengenai Sumsel sebagai pusat SJI tingkat lanjutan di Indonesia, Margiono menyambut dengan positif.

Beberapa lulusan SJI angkatan tingkat dasar, mereka akan dikirim ke Palembang untuk program SJI lanjutan,” katanya.

Ditempat yang sama, Direktur SJI Zulkarimen Nasution mengatakan, program SJI ini mendapat support dari lembaga dunia PB yakni Unesco. Dalam pelaksanaanya, Unesco akan terus memantau dan meminta laporan dari pelaksanaan SJI di Palembang,

SJI adalah bagian dari rekomendasi PBB untuk meningkatkan kualitas wartawan sehingga menjadi lebih baik dan maju sehingga pers lebih profesional dan terdepan,” katanya. sripo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s