Ketua PWI Berharap Wisudawan SJI Jadi Wartawan Profesional

Posted: Juli 9, 2010 in SJI Sumsel di Mata Media

Sumber: http://bataviase.co.id/node/123923
09 Mar 2010

SEKOLAH Jurnalisme Indonesia (SJI) Provinsi Sumsel menggelar wisuda bagi 22 siswanya. Para wisudawan diharapkan mampu menjadi wartawan profesional dalam menjalankan profesinya.Wisuda angkatan pertama tingkat dasar SJI Sumsel dilaksanakan langsung oleh Gubemur Sumsel H Alex Noerdin di kediamannya Griya Agung Palembang. Wisuda tersebut dihadiri Ketua Umum Persatuan. Wartawan Indonesia (PWI) Pusat” H Margiono, Ketua Yayasan SJI Marah Sakti Siregar, Direktur SJI Zulkarimein, Wakil Direktur SJI Encub Soebakti dan Ketua PWI Sumsel Octaf Riyadi.

Dalam sambutannya, Alex mengharapkan para lulusan SJI mampu membangun profesionalisme dalam bekerja sehingga dapat menjadi teladan dan contoh bagi wartawan lain. Alex mengatakan, beberapa waktu terakhir muncul media abal-abal seperti Rajawali News yang tidak jelas keberadaannya, dengan menerbitkan pemberitaan yang tidak berimbang dan tidak profesional. Untuk itu. Alex meminta PWI pusat segera menindak media tersebut agar tidak merusak citra media-media lain.

Sebagai apresiasi terhadap kesungguhan selama kuliah, Alex memberikan hadiah masing-masing satu unit motor kepada tiga siswa dengan predikat terbaik, yakni Martha, Asih, dan Muzhar.Ketua PWI Pusat H Margiono mengatakan, PWI menaruh harapan bagi lulusan SJI untuk mengangkat harkat dan martabat profesi wartawan. Lulusan SJI harus dijadikan kader dalam perusahaan tempatnya bekerja, karena pada tingkat dasar, wartawan SJI diajarkan skill dan etik. Selain itu, siswa SJI juga harus menjadi kader PWI, meskipun tidak membatasi wartawan untuk masuk ke organisasi manapun.

“Namun yang harus diingat, wartawan bukan berlawanan dengan siapapun. Profesi kita ini netral dan kemerdekaan pers merupakan kemerdekaan masyarakat untuk mendapatkan berita yang benar dari wartawan,” kata Margiono.
Kepala Sekolah SJI Iman Han-diman mengatakan, siswa SJI secara keseluruhan berjumlah 30 orang dari berbagai media di Sumsel. Namun selama masa

perkuliahan, pihak sekolah memberikan penilaian yang ketat sehingga dari 30 orang siswa tersebut, lima orang dinyatakan Drop Out (DO) dan tiga orang lainnya tidak lulus. “Bagi yang tidak lulus, SJI masih memberikan kesempatan mengulang satu kali lagi untuk menjalani proses perkuliahan,” ujar Iman yang juga Pemred Harian Berita Pagi.

Iman menjelaskan, SJI dapat terlaksana berkat kerja sama antara PWI Pusat, PWI Sumsel, Pemprov Sumsel, Unilever dan UNESCO. “Kedepan para pengelola SJI akan terus berupaya menyempurnakan kurikulum pembelajaran SJI. Mudah-mudahan berbagai problem yang dihadapi siswa selama berkuliah dapat diatasi pada periode yang akan dating,” tutupnya. DIN/JPNN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s