PENDIDIKAN JURNALISTIK: Lulusan SJI Harus Jadi Wartawan Profesional

Posted: Juli 9, 2010 in SJI Sumsel di Mata Media

Sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=248150

Senin, 8 Maret 2010
JAKARTA (Suara Karya): Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mewisuda 22 siswanya, Jumat (5/3), di Griya Agung, Palembang. Para lulusan diharapkan mampu menjadi wartawan profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Wisuda angkatan I tingkat dasar SJI Sumsel dilaksanakan oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dihadiri Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat H Margiono, Ketua Yayasan SJI Marah Sakti Siregar, Direktur SJI Zulkarimein, Wakil Direktur SJI Encub Soebakti, Kepala SJI Iman Handiman, dan Ketua PWI Sumsel Octaf Riyadi.

Dalam sambutannya, Alex mengharapkan para lulusan SJI mampu membangun profesionalisme dalam bekerja sehingga dapat menjadi teladan dan contoh bagi wartawan lain. Ke depan, SJI tingkat dasar akan diadakan juga di provinsi lain. Namun Alex minta agar SJI tingkat lanjutan hanya diadakan di Sumsel.

Pada kesempatan ini, Alex meminta kepada PWI untuk menindak media tak jelas yang membuat berita tak berimbang. Apalagi pemberitaan didahului dengan tindakan ancaman, pemerasan, dan sejenisnya, sebelum diterbitkan. Alex meminta PWI pusat segera menindak media seperti itu agar tidak merusak citra media-media lain.

Sebagai apresiasi terhadap kesungguhan siswa SJI mengikuti pelajaran selama satu bulan, Alex memberikan hadiah masing-masing satu unit motor, kepada tiga siswa yang lulus dengan predikat terbaik. Mereka adalah Martha Hendratmo (Sumatera Ekspres), Asih Wahyurini (Radar Palembang), dan Muzhar Affandi (Sriwijaya TV).

Dalam sambutannya Ketua PWI Pusat H Margiono mengatakan, PWI menaruh harapan bagi lulusan SJI untuk mengangkat harkat dan martabat profesi wartawan.

Lulusan SJI harus dijadikan kader di perusahaan tempatnya bekerja, karena pada tingkat dasar, wartawan SJI diajarkan skill dan etik. Selain itu siswa SJI juga harus menjadi kader PWI, meskipun tidak membatasi wartawan untuk masuk ke organisasi manapun.

Sementara Kepala SJI Iman Handiman, dalam laporannya, mengatakan, siswa SJI secara keseluruhan berjumlah 30 orang dari berbagai media di Sumsel. Dari jumlah tersebut, lima orang dinyatakan drop out (DO) dan tiga orang lainnya tidak lulus.

“Bagi yang tidak lulus, SJI masih memberikan kesempatan mengulang satu kali lagi untuk menjalani proses perkuliahan, dan bagi yang lulus dapat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Iman yang juga Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Umum Berita Pagi.

Iman menjelaskan, SJI dapat terlaksana berkat kerja sama antara PWI Pusat, PWI Sumsel, Pemprov Sumsel, Unilever, dan UNESCO. “Ke depan para pengelola SJI akan terus berupaya menyempurnakan kurikulum pembelajaran SJI, mudah-mudahan berbagai problem yang dihadapi siswa selama berkuliah dapat diatasi pada periode yang akan datang,” harap Iman. (Dwi Putro AA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s