Venues SEA Games Harus Tepat Waktu

Posted: Agustus 3, 2010 in Suara SJI Angkatan III

Redaksi Halaman 1 : Edward D, Ujang Idris, Nila Ertina, Emi, Revie, Jhon Golkar dan Aprianto

PALEMBANG SUARA SJI – Setelah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ditetapkan menjadi tuan rumah penyelenggara SEA Games XXVI tahun 2011 oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berbagai fasilitas pendukung pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut, pembangunannya terus dipacu.

Pemerintah optimistis pembangunan fasilitas akan selesai tepat waktu. Meskipun beberapa venues harus molor dari jadwal semula. Pembangunan fasilitas SEA Games itu dipusatkan di Jakabaring Palembang dan sekarang ini pelaksanaannya terus dimaksimalkan.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, semua venues yang dibangun akan selesai tepat waktu karena pihaknya melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. “Sebelum pelaksanaan SEA Games semua venues yang dibangun akan selesai karena nantinya akan diujicoba pada Kejurnas. Mudah-mudahan semua pembangunan tepat waktu,” jelas gubernur belum lama ini.

Alex mengatakan, dari 24 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di Sumsel, terdapat 11 venues seperti Sriwijaya Promotion Center, lapangan tenis, lapangan tembak Jakabaring, arena panjat tebing Jakabaring, arena atletik Jakabaring, danau Jakabaring, arena sepatu roda, arena panahan, judo, gedung billiard serta kolam renang.

13 venues lainnya hanya akan dilakukan perbaikan yakni venues-venues eks PON XVI 2004 seperti stadion Patra Jaya, stadion Bumi Sriwijaya, stadion Jakabaring, kolam renang Lumban Tirta, GOR Ranau dan Dempo Jakabaring, indoor kampus, serta bandara SMB II yang akan digunakan untuk pertandingan aeromodeling.

“Fasilitas yang akan dibangun pada lapangan tembak SEA Games itu sangat lengkap, terdiri atas jarak target 10 meter, 25 meter, dan 50 meter hingga jarak 600 meter. Lapangan tembak di Korea Selatan hanya maksimal 300 meter, sedangkan yang kita bangun adalah 600 meter. Kemudian, ada juga tribun final hall, lobby, dan area tembak reaksi lengkap dengan tribun penontonnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, lapangan tembak ini diperkirakan menelan dana sekitar Rp20 miliar dan tidak menggunakan dana APBD Sumsel, tapi memanfaatkan dana pihak ketiga. Untuk lapangan golf, tenis dan atletik semuanya bertaraf internasional sehingga nantinya setelah SEA Games dapat digunakan untuk berbagai Kejurnas dan latihan jangka panjang persiapan SEA Games dan Asian Games.

Hingga saat ini tahap pembangunan sudah mencapai 30 persen mulai dari penimbunan dan pemasangan patok sehingga tiga bulan sebelum pelaksanaan SEA Games dipastikan semua venues-venues akan selesai. Sedangkan dana pembangunan venues tersebut berasal dari pihak ketiga dan tidak memakai APBD Sumsel. Alex mencontohkan, pemembangunan lapangan tembak akan lebih bagus dari yang dimiliki Korea Selatan ketika dipakai pada Asian Games tahun 2002.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Sumsel, Ir Rizal Abdullah mengatakan, selain membangunan venues baru pihaknya juga membenahi fasilitas eks PON XVI tahun 2004. Gedung yang digunakan pada pesta olahraga empat tahun lalu itu, semuanya akan direhab sehingga dapat digunakan untuk SEA Games.

“Untuk rehab memang menggunakan dana melalui APBD dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” ungkap Rizal. Fasilitas pendukung lainnya berupa wisma atlet berdaya tampung 3000 orang, lapangan golf, dan gedung penelitian olahraga. Beberapa venue lainnya menyusul setelah panitia besar SEA Games 2011 sudah memastikan cabang olahraga yang dipertandingkan di Sumsel. Lebih lanjut dia mengatakan, venue yang masih dalam tahap pembangunan itu terus dipacu yang diharapkan sebelum pelaksanaan SEA Games semuanya akan rampung.

Wakil Sekretaris Umum KONI Sumsel, Dhennie Zainal mengatakan, pihaknya terus berupaya agar pelaksanaan SEA Games di Sumsel berlangsung sukses. “Sumber daya manusia untuk menyukseskan pesta olahraga se Asia Tenggara tersebut, sekarang ini KONI akan merekrut tenaga panitia penghubung atau LO,” ujar Dhennie yang juga penanggung jawab pembukaan dan penutupan SEA Games itu.

Untuk pendaftaran LO dan bagi yang berminat menjadi panitia penghubung, jika yang memenuhi syarat nantinya akan ditempatkan di berbagai lokasi. Seperti di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, tempat pemondokan atlet, pemandu wisata dan di venue SEA Games. “Pendaftaran untuk menjadi panitia penghubung sendiri sudah dibuka dan akan berakhir pada akhir Juli 2010,” tukas Dhennie.

Rajawali Maskot, Komodo Logo

Disamping persiapan infrastruktur sejumlah venue, pembukaan perhelatan SEA Games akan menyajikan atraksi kembang api selama 30 menit. Konon kembang api itu senilai Rp2 miliar yang merupakan sumbangan dari pemerintah China. Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menjelaskan atraksi selama 30 menit itu merupakan atraksi terlama sepanjang perhelatan SEA Games yang pernah ada. Kembang api yang dilontarkan, akan menampilkan pola-pola letusan yang dibuat istimewa.

“Pesta olahraga ini tidak mungkin datang dalam kurun waktu 40 tahun ke depan di Sumsel, maka itu saya ingin semua masyarakat Sumsel bisa menyaksikan indahnya atraksi kembang api pada pembukaan SEA Games nanti,” ungkap Alex lantang.

Ketua DPRD Sumsel, Wasista B. Utoyo mengatakan SEA Games XXVI yang merupakan ajang olahraga bertaraf internasional diperlukan venues-venues yang berstandar internasional dan lingkungan olahraga yang berstandar internasional juga sehingga dibutuhkan aliran dana yang cukup besar dari pusat.

“Sebagai contoh, PU harus memberikan dukungan dananya kepada Sumsel, kalau negara tidak mau malu,” ujar Wasista. Masih menurutnya, meski Gubernur Sumsel telah menyatakan bahwa untuk pelaksanaan SEA Games di Sumsel tidak akan menggunakan dana APBD, tetapi pihaknya akan berusaha menyisihkan sebagian APBD untuk SEA Games.

“Di APBD Perubahan 2010 tidak ada anggaran khusus untuk SEA Games karena pembicaraan kita belum ada keputusan Presiden,” jelasnya.

Jika pun di APBD perubahan tahun 2010 ada anggarannya, dan tersebut bukan semata-mata untuk SEA Games tapi anggaran untuk proyek yang telah direncanakan yang pengerjaannya dipercepat untuk mendukung SEA Games. Seperti anggaran pembebasan lahan di kawasan Jakabaring, pelebaran jalan akses menuju bandara SMB II serta anggaran proyek pelebaran jalan menuju kawasan Jakabaring.

“Dana dari APBD Sumsel tersebut memang tidak langsung digunakan untuk pembangunan venues-venues, melainkan untuk perbaikan sejumlah fasilitas umum yang ada. Jika proyek ini pengerjaannya tidak dipercepat maka tidak akan keburu, jika selesai pun yang menikmatinya adalah rakyat,” tegas Wasista.

Meski demikian pihaknya akan tetap mendukung suksesnya pelaksanaan SEA Games 2011 di Sumsel mendatang. Jika pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumsel 2011 dianggarkan khusus untuk anggaran untuk SEA Games, pihaknya akan mendukung.

“Di APBD Sumsel 2011 harus ada anggaran khusus untuk SEA Games 2011, karena sebagai tuan rumah Sumsel harus mempunyai modal. Namun, untuk besarannya akan kita rundingkan bersama eksekutif,” tandasnya.

Ketua KONI Sumsel, Muddai Madang mengatakan berdasarkan pertimbangan dan usulan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, maskot untuk SEA Games XXVI di Sumsel mendatang yakni Rajawali karena dinilai rajawali merupakan hewan sangat identik dan memiliki kedekatan historis dengan Sumsel sejak lama.

“Elang atau Rajawali identik dengan Sumsel. Seperti Kodam II/Sriwijaya misalnya, yang sejak lama menggunakan Elang atau Rajawali menjadi ciri khasnya,” jelas Muddai.

Muddai menambahkan, penggunaan maskot Rajawali ini menjadi keputusan final karena pihak KONI dan panitia SEA Games sudah menyetujuinya. Selain Rajawali yang diputuskan menjadi maskot SEA Games, Presiden SBY juga memutuskan Komodo menjadi logo resmi ajang perhelatan olahraga se-Asia Tenggara itu. Komodo merupakan salah satu hewan yang menjadi ciri khas Indonesia dan hewan yang patut dilestarikan.(*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s